Konsolidasi seluruh ORMAWA Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, Foto: Maharani Aulia Rahmawati
Surabaya - Di tengah peringatan Hari Pendidikan Nasional, BEM Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) menggelar konsolidasi bersama seluruh ORMAWA pada Jumat (2/5/2025). Kegiatan dengan tema "Refleksi Hari Pendidikan Nasional dari Kampus untuk Negeri" ini menghasilkan 13 aspirasi penting, termasuk masalah biayaan peminjaman ruang, regulasi beasiswa yang terus berubah tanpa transparansi, hingga fasilitas yang tidak optimal meski mahasiswa telah membayar kontribusi tambahan.
"Terkait pungutan untuk peminjaman fasilitas, hal ini terjadi karena tidak adanya kejelasan dari pihak kampus mengenai ketentuan penggunaan fasilitas bagi ORMAWA. Kami membutuhkan kejelasan dari pihak kampus," tegas Rizky Nuhan, Menteri Dalam Negeri BEM UWKS.
Sementara itu, perubahan kebijakan beasiswa dari gratis UKT 3 semester, berubah menjadi uang tunai, hingga kini hanya gratis UKT 5 bulan dengan persyaratan yang lebih ketat, dinilai menurunkan semangat mahasiswa untuk berprestasi.
Abdul Muqit, Staff Kementerian Politik dan Hukum BEM UWKS menambahkan, "Dari 13 tuntutan tersebut, kami akan mengambil langkah konkrit dengan mengadakan audiensi bersama kepala ORMAWA. Semoga pihak kampus mengindahkan apa yang sudah kita upayakan."
Tiga prioritas utama yang perlu segera dituntaskan adalah penyediaan laboratorium khusus untuk mahasiswa Fakultas Pertanian, transparansi beasiswa, dan pengaktifan UPT Karir yang belum berfungsi optimal. Nuhan menekankan bahwa upaya ini merupakan bentuk kecintaan pada kampus, bukan sekadar kritik, namun dorong agar kampus terus berbenah dan berkembang menjadi lebih baik. (Ran)
AKTUAL, SALAM PRODUKTIF!















